Hands Only CPR (Resusitasi tanpa napas buatan)

CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) atau RJP (Resusitasi Jantung Paru) sekarang lebih mudah dilakukan dengan pijat jantung saja. Jadi, siapapun, walau belum dapat pelatihan BLS (Basic Life Support) diharapkan bisa turut menolong bila mendapati korban serangan jantung tiba-tiba.

American Heart Association menuturkan memberikan pemompaan keras dan cepat ke dada lebih efektif dan dapat menyelamatkan hidup ketimbang napas buatan mulut ke mulut. Cara ini akan membuat darah yang kaya oksigen mengalir ke otak sambil menunggu tenaga medis datang.

“Penekanan pada dada adalah bagian paling penting dari CPR. Perubahan yang utama adalah beralih dari membuka saluran napas dan memberikan bantuan pernapasan menjadi penekanan atau pemompaan pada dada,” ujar Dr Michael Sayre, juru bicara American Heart Association, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/10/2010).

Studi terbaru menunjukkan bahwa CPR tanpa bantuan pernapasan akan bekerja lebih baik dibandingkan dengan versi CPR lengkap yang banyak dilakukan pada orang yang menderita jantung.

Penggambaran kronologisnya dapat adalah sebagai berikut:
Jika melihat seseorang tiba-tiba terjatuh, misalnya satu menit mereka berjalan dan berbicara lalu di menit berikutnya jatuh ke tanah maka kemungkinan besar itu adalah serangan jantung. Jika korban tidak bernapas atau napasnya tidak normal, maka tekan atau goyangkan bahunya untuk membangunkan. Jika tidak juga bangun, maka:

1. Panggil bantuan (berteriak minta tolong atau telp 118)
2. Lakukan pijat jantung
(letakkan telapak tangan 2 jari di atas tulang xifoid/mid sternal/pertengahan puting, posisi lengan tegak lurus, lakukan kompresi dengan kedalaman 4-5cm, dengan rata-rata jumlah pompaan minimal adalah 100 kompresi per menit -kecepatnnya kebetulan sama dengan lagu disko Bee Gees ‘Staying Alive’ yang populer tahun 1977-.)

Jika CPR dilakukan pada korban yang tiba-tiba jatuh tapi bukan karena serangan jantung maka biasanya korban akan terbangun.  Jadi tidak usah khawatir salah melakukan tindakan karena prosedur RJP yang rumit. Prinsipnya, lebih baik dilakukan pertolongan dari  pada tidak sama sekali.

Bagi orang yang terlatih dengan CPR konvensional, dalam pedoman baru ini merekomendasikan juga untuk memberikan dua napas buatan setelah 30 penekanan dan kemudian mengulangi siklus kembali.

Pertolongan seperti itu sangat berguna bagi sebagian besar anak-anak dan orang-orang yang tenggelam, karena pemompaan yang dilakukan akan membuat oksigen mengalir di dalam darah.

Tapi bagi orang yang mengalami serangan jantung akibat pembuluh darahnya tersumbat, maka penting bagi orang tersebut untuk menjaga agar darah tetap mengalir tanpa ada gangguan yang cukup dengan pemompaan di dada.

Sumber: http://handsonlycpr.org/assets/files/HandsOnlyCPR-FAQ.pdf

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: